Dalil tidak bolehnya seorang yang lemah (tidak berkuasa) diangkat menjadi imam

Dalil tidak bolehnya seorang yang lemah (tidak berkuasa) diangkat menjadi imam

(1). Imam Muslim v no. 1825 dan 1826:

حَدَّثَنَاعَبْدُالْمَلِكِبْنُشُعَيْبِبْنِاللَّيْثِحَدَّثَنِيأَبِيشُعَيْبُبْنُاللَّيْثِحَدَّثَنِياللَّيْثُبْنُسَعْدٍحَدَّثَنِييَزِيدُبْنُأَبِيحَبِيبٍعَنْبَكْرِبْنِعَمْرٍو

عَنْالْحَارِثِبْنِيَزِيدَالْحَضْرَمِيِّعَنْابْنِحُجَيْرَةَالْأَكْبَرِعَنْأَبِيذَرٍّ

قَالَقُلْتُيَارَسُولَاللَّهِأَلَاتَسْتَعْمِلُنِيقَالَفَضَرَبَبِيَدِهِعَلَىمَنْكِبِيثُمَّقَالَيَاأَبَاذَرٍّإِنَّكَضَعِيفٌوَ

إِنَّهَاأَمَانَةُوَإِنَّهَايَوْمَالْقِيَامَةِخِزْيٌوَنَدَامَةٌإِلَّامَنْأَخَذَهَابِحَقِّهَاوَأَدَّىالَّذِيعَلَيْهِفِيهَا

Menceritakan kepada kami Abdul Malik ibn Syu’aib ibn Al-Laits, menceritakan kepada saya Abi Syu’aib ibn Al-Laits, menceritakan kepada saya Laits ibn Sa’ad, menceritakan kepada saya Yazid ibn Abi Habib dari Bakr ibn ‘Amru dari Al-harits ibn Yazid Al-Hadhromi dari Ibn Huzairoh Al-Akbar dari Abu Dzar, ia berkata, “Aku berkata, ‘Hai Rasulullah! Tidaklah engkau memperkerjakan aku?’Ia berkata, ‘Maka beliau menepuk pundakku dengan tangannya kemudian bersabda, ‘Hai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah, dan sesungguhnya pekerjaan itu adalah amanah, dan sesungguhnya ia adalah kehinaan dan penyesalan di hari Kiamat kecuali orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan kewajiban padanya”.

حَدَّثَنَازُهَيْرُبْنُحَرْبٍوَإِسْحقُبْنُإِبْرَاهِيمَكِلَاهُمَاعَنْالْمُقْرِئِقَالَزُهَيْرٌحَدَّثَنَاعَبْدُاللَّهِبْنُيَزِ

يدَحَدَّثَنَاسَعِيدُبْنُأَبِيأَيُّوبَعَنْعُبَيْدِاللَّهِبْنِأَبِيجَعْفَرٍالْقُرَشِيِّعَنْسَالِمِبْنِأَبِيسَالِمٍالْجَيْ

شَانِيِّعَنْأَبِيهِعَنْأَبِيذَرٍّأَنَّرَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَقَالَيَاأَبَاذَرٍّإِنِّيأَرَاكَضَعِيفًاوَإِنِّيأُحِبُّلَكَمَاأُحِبُّلِنَفْسِيلَاتَأَمَّرَنَّعَلَىاثْنَيْنِوَلَاتَوَلَّيَنَّمَالَيَتِيمٍ

 

Menceritakan kepada kami Zuhair ibn Harb dan Ishaq ibn Ibrohim keduanya dari Al-Muqri, berkata Zuhair menceritakan kepada kami Abdullah ibn Yazid menceritakan kepada kami Sa’id ibn Abi Ayub dari Ubaidullah ibn Abi Ja’far Al-Qurasi dari Salim ibn Abi Salim Al-Jaisyani dari Bapaknya dari Abu Dzar bahwasanya Rasulullah n bersabda, ‘Hai Abu Dzar sesungguhnya aku melihatmu lemah dan sesungguhnya aku mencintai untukmu apa yang kucintai untuk diriku, janganlah sekali-kali engkau memimpin dua orang dan janganlah sekali-kali engkau mengurus harta anak yatim”.

“Hai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah, dan sesungguhnya pekerjaan itu adalah amanah, dan sesungguhnya ia adalah kehinaan dan penyesalan di hari Kiamat kecuali orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan kewajiban padanya”

(2). Imam Ruyani v[1] ...continue dalam Musnad (no. 480):

ناأحمدبنعبدالرحمن،ناعميحدثنيعبداللهبنعياش،عنأبيه : أنيزيدبنالمهلبلماوليخراسانقال : دلونيعلىرجلحامللخصالالخير،فدلعلىأبيبردةبنأبيموسىالأشعري،فلماجاءهرآهرجلافائقا،فلماكلمهرأىمخبرتهأفضلمنمرآته،قال : وإنيوليتككذاوكذامنعملي،فاستعفاه،فأبىأنيعفيه،فقال : أيهاالأمير،ألاأخبركبشىءحدثنيهأبيأنهسمعهمنرسولاللهصلىاللهعليهوسلم؟قال : هاته،قال : إنهسمعرسولاللهصلىاللهعليهوسلميقول : منتولىعملاوهويعلمأنهليسلذلكالعملبأهلفليتبوأمقعدهمنالنار.وأناأشهدأيهاالأميرأنيلستبأهللمادعوتنيإليه

Menceritakan kepada kami Ahmad ibn Abdurrahman, menceritakan kepada kami paman, menceritakan kepada saya Abdullah ibn ‘Iyasy dari Bapaknya, bahwa Yazid ibn Al-Muhallab ketika diangkat menjadi penguasa Khurasan membuat pernyataan, “Beritahukan aku seorang laki-laki yang memiliki kepribadian luhur yang sempurna”.Beliau lalu diperkenalkan kepada Abu Burdah Al-Asy’ari.Ketika beliau menemuinya, beliau mendapatinya sebagai seorang lelaki yang jangkung. Ketika beliau berbicara, ternyata apa yang beliau dengar dari ucapannya lebih baik dari apa yang dilihat dari penampilannya. Beliau berkata, “Aku akan menugaskan mu untuk urusan ini dan ini, yang termasuk wilayah kekuasaanku”.Lelaki itu meminta maaf karena tidak bisa menerimanya.Namun beliau tidak menerima alasannya.Akhirnya lelaki itu berkata, “Wahai Gubernur, sudikan anda mendengarkan apa yang disampaikan oleh ayahku kepadaku, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah n bersabda, “Barangsiapa dibebankan untuk memikul satu pekerjaan yang dia tahu bahwa dirinya bukanlah orang yang bisa melaksanakan pekerjaan tersebut, bersiap-siaplah ia masuk ke dalam neraka”. Lelaki itu berkata : “Dan aku bersaksi wahai gubernur, bahwa aku bukanlah orang yang berkompeten dalam urusan yang anda tawarkan”.

“Barangsiapa dibebankan untuk memikul satu pekerjaan yang dia tahu bahwa dirinya bukanlah orang yang bisa melaksanakan pekerjaan tersebut, bersiap-siaplah ia masuk ke dalam neraka”Siyar Alam An-Nubala (4/345)

Dari jalan Ar-Ruyani diriwayatkan oleh Ibn Atsakir v dalam Tarikh (26/57).Dan disebutkan oleh Adz-Dzahabi dalam Siyar Alam An-Nubala (4/345).Para perawinya tsiqah kecuali Abdullah ibn Iyasy, beliau ini shaduq.Muslim menjadikannya penguat.

Catatan Kaki   [ + ]

1. Beliau adalah Abu Bakar Muhammad ibn Harun Ar-Ruyani (w. 307 H). Al-Imam Al-Hafizh, penulis kitab musnad yang terkenal.
No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>