Dalil bolehnya beramal dengan isi (surat) tulisan

Dalil bolehnya beramal dengan isi (surat) tulisan

(1). Dengan Firman Allah Ta’ala Dalam Surat Al An’am Ayat 19:

وأُوحِيَ إليّ هَذَا القُرآنُ لأُنْذِرَكُمْ بِهِ وَمَنْ بَلَغَ

Artinya: “Dan diwahyukan kepadaku Al-Qur’an ini untuk aku peringatkan kalian dengan Al-Qur’an ini dan siapa saja yang (Al-Qur’an ini) sampai padanya”.

(2). Imam Ibn Abi Hatim v dalam Tafsir (5/201) no. 7199:

حَدَّثَنَاأَبِي،ثناأَبُوصَالِحٍ،حَدَّثَنِيمُعَاوِيَةُ،عَنْعَلِيٍّ،عَنِابْنِعَبَّاسٍ،قَوْلَهُ:  ” وَمَنْبَلَغَ ” ،يَعْنِي:”مَنْبَلَغَهُهَذَاالْقُرْآنُ،فَهُوَلَهُنَذِيرٌمِنَالنَّاسِ”

Menceritakan kepada kami Bapak ku, menceritakan kepada kami Abu Shalih, menceritakan kepada saya Mu’awiyah dari Ali dari Ibn Abbas tentang firman Allah l: “dan siapa saja yang sampai padanya”, yaitu: “siapa saja yang sampai kepadanya Al-Qur’an ini, maka Al-Qur’an sudah cukup sebagai pemberi peringatan bagi manusia”.

Imam Ibn Jarir v meriwayatkannya dalam Tafsir (11/291) no. 13120, dan Imam Al-Baihaqi v dalam Asma wa Shifat (no. 583) dari jalan yang sama, dengan sedikit perbedaan lafazh.

(3).Imam As-Sayuthi v dalam Dur Mantsur (4/39), Imam Ibn Jauzi v dalam Zadul Masir (2/309), dan Imam As-Syaukani v dalam Fathul Qadir (2/399) berkata :

وأخرجأبوالشيخ،وابنمردويه،عنأنسقال : لمانزلتهذهالآية {وَأُوحِيَإِلَيَّهذاالقرآن} كتبرسولاللهصلىاللهعليهوسلمإلىكسرى،وقيصر،والنجاشي،وكلجباريدعوهمإلىاللهعزّوجل

“Dan dikeluarkan oleh Abu Syaikh dan Ibn Mardawaih dari Anas yang berkata: bahwa tatkala ayat ini turun, “Dan diwahyukan kepadaku Al-Qur’an ini…” Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengirimkan surat kepada Kisra, Kaisar dan Najasyi dan tiap-tiap penguasa untuk menyeru mereka kepada Allah Azza wa Jalla”.

Perbuatan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengirimkan surat kepada Raja-raja dalam hadits-hadits shahih telah diriwayatkan tanpa menyebutkan ayat.

(4).Imam Muslim v dalam shahih (no. 1774):

باب كتب النبي صلى الله عليه وسلم إلى ملوك الكفار يدعوهم إلى الله عز وجل : حَدَّثَنِىيُوسُفُبْنُحَمَّادٍالْمَعْنِىُّحَدَّثَنَاعَبْدُالأَعْلَىعَنْسَعِيدٍعَنْقَتَادَةَعَنْأَنَسٍأَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ n كَتَبَ إِلَى كِسْرَى وَإِلَى قَيْصَرَ وَإِلَى النَّجَاشِيِّ وَإِلَى كُلِّ جَبَّارٍ يَدْعُوهُمْ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى

“Bab tentang Rasulullah n yang menulis surat kepada Raja-raja kafir mengajak mereka kepada Allah Azza wa Jalla: Menceritakan kepada saya Yusuf bin Hamad Al-Ma’ni menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Sa’id dari Qatadah dari Anas, Sesungguhnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menulis surat kepada Kisra, Qaishar, Najasyi dan kepada setiap penguasa, mengajak mereka kepada Allah Ta’ala”.

Ini menunjukkan bolehnya berkirim surat, buku, tulisan, dan yang semisalnya kepada orang-orang dan mengajak mereka kepada Islam dan beramal dengan isi surat (tulisan).

(5). Imam An-Nawawi v dalam Syarh Muslim (12/113):

وفيهذاالحديثجوازمكاتبةالكفارودعاؤهمإلىالإسلاموالعملبالكتاب

“Dalam Hadits ini menunjukkan bolehnya berkirim surat kepada orang-orang kafir dan mengajak mereka kepada Islam dan beramal dengan (isi) surat (tulisan).”

Dan sunnah beliau n ini diikuti oleh para khalifah dan sahabat beliau n.

(6). Imam Ibn Hisyam v dalam Sirahnya (2/323) pada babSurat Umar kepada Hisyam bin Al-‘Ash, dengan sanad dari Ibn Ishaq didalamnya terdapat perkataan:

قالعمربنالخطاب: فَكَتَبْتهَابِيَدِيفِيصَحِيفَةٍوَبَعَثْتبِهَاإلَىهِشَامِبْنِالْعَاصيقَالَفَقَالَهِشَامُبْنُالْعَاصِي : فَلَمّاأَتَتْنِيجَعَلْتأَقْرَؤُهَابِذِيطُوًى،أُصَعّدُبِهَافِيهِوَأُصَوّبُوَلَاأَفْهَمُهَا،حَتّىقُلْت: اللّهُمّفَهّمْنِيهَا . قَالَفَأَلْقَىاللّهُتَعَالَىفِيقَلْبِي….

Berkata Umar bin Khattab a: “Lalu aku menulisnya [1] ...continue dengan tanganku pada sebuah lembaran, lantas aku mengirimkannya kepada Hisyam ibn al-Ash. Hisyam berkata, “Maka tatkala tulisan itu datang, aku mulai membacanya di bukit Dzi Thuwa sambil naik turun, namun aku tidak memahaminya. Sehingga aku berkata, “Ya Allah pahamkan lah aku ayat ini”. Ia (Hisyam) berkata, “Lalu Allah Ta’ala memberikan pemahaman dalam hatiku….”.

Atsar ini diriwayatkan juga oleh Al-Bazzar v (1/40) no. 155 (Bakhru Zakhr no. 166).Al-Haitsami v dalam Majma Al-Zawaid (6/76) berkata: “Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan para perawinya tsiqah”.

Dan banyak sekali faidah dari atsar ini yang membantah ilmu mangkul, silahkan renungi.

(7). Imam Ad-Daruquthni v no. 4524 meriwayatkan Surat Umar a kepada Abu Musa a:

حَدَّثَنَاأَبُوجَعْفَرٍمُحَمَّدُبْنُسُلَيْمَانَبْنِمُحَمَّدٍالنُّعْمَانِىُّحَدَّثَنَاعَبْدُاللَّهِبْنُعَبْدِ

الصَّمَدِبْنِأَبِىخِدَاشٍحَدَّثَنَاعِيسَىبْنُيُونُسَحَدَّثَنَاعُبَيْدُاللَّهِبْنُأَبِىحُمَيْدٍعَنْأَبِىالْمَلِيحِالْهُذَلِىِّقَالَكَتَبَعُمَرُ

بْنُالْخَطَّابِإِلَىأَبِىمُوسَىالأَشْعَرِىِّأَمَّابَعْدُفَإِنَّالْقَضَاءَفَرِيضَةٌ…

Menceritakan kepada kami Abu Ja’far Muhammad bin Sulaiman bin Muhammad An-Nu’mani menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdushamad bin Abi Khidasy menceritakan kepada kami ’Isa bin Yunus menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Abi Humaid dari Abi al-Malih Al-Hudzali, beliau berkata: Umar bin Khattab menulis surat kepada Abu Musa Al-Asy’ari: amma ba’du sesungguhnya Qadha itu wajib …. dan seterusnya sampai akhir hadits

Atsar ini dishahihkan Imam Al-Albani v dalam Irwa Al-Ghalil (8/241).

Dan banyak lagi contoh yang lainnya.[2] ...continue Sebagaimana Ahli hadits dizaman ini yang menyebarkan tulisan-tulisannya dengan dicetak dan diperbanyak oleh para penerbit, diterjemahkan dalam berbagai bahasa sehingga sampai kepada kaum muslimin diberbagai negara, termasuk para Syaikh di Darul Hadits Mekkah sekalipun, sebagaimana diantara mereka yang senang menulis seperti Syaikh Abdul Dhohir Abu Samah v [3] ...continue, Syaikh Abdurrazzak Hamzah v[4] ...continue, Syaikh Abdullah Khoyyat v [5] ...continue, Syaikh Muhammad Jamil Zainu  حفظهالله, dan lain sebagainya walhamdulillah.

Catatan Kaki   [ + ]

1. Yang beliau tulis adalah surat Az-Zumar ayat 53 dan seterusnya.
2. Aisyah membuat tulisan untuk Hisyam bin Urwah berisi bab shalat [Riwayat Al-Khatib dalam al Kifayah], Utsman bin Affan mengirim mushaf ke pelosok-pelosok wilayah kaum muslimin [Riwayat Bukhari] dan lainnya banyak sekali.
3. Diantara tulisannya adalah Hayatul Qulub Bi Du’a ‘Alamul Ghuyub, Al-Aulia wal Karamat, ar-Risalah Al-Makiyyah dan lainnya.
4. Beliau adalah singa yang buas bagi pengikut bid’ah dan hawa nafsu, beliau memiliki beberapa buku yang membantah kesesatan mereka seperti ‘Dhulumat Abu Rayah fi Kitab ‘Adhwa ‘ala Sunnah’, dan Al-Muqobalah Baina Al-Hadi wa Dholal. Beliau juga telah banyak mentakhrij, menta’liq dan membuat pengantar untuk beberapa kitab sunnah.
5. Diantara tulisan Syaikh Abdullah Khoyyat adalah sebuah Tafsir (3 Jilid), Kitab Khutbah fi Masjidil Harom (6 Jilid), Kitab Dalil Al-Muslim fi Al-‘Itiqad, Kitab I’tiqad as-Salaf, dan lainnya berjumlah sekitar 26 kitab, ini yang sempat tercatat.
1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>