Pembahasan Hadist ” … لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ لِصَاحِبِ بِدْعَةٍ”

Pembahasan Hadist ” … لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ لِصَاحِبِ بِدْعَةٍ”

Sebagai tambahan, kadang mereka berdalil dengan hadits dibawah ini, untuk mengatakan bahwa selain kelompoknya tidak akan diterima amalnya karena banyak bid’ahnya :

حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْعَسْكَرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ أَبُو هَاشِمِ بْنِ أَبِي خِدَاشٍ الْمَوْصِلِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِحْصَنٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي عَبْلَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الدَّيْلَمِيِّ، عَنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَقْبَلُ اللَّهُ لِصَاحِبِ بِدْعَةٍ صَوْمًا، وَلَا صَلَاةً، وَلَا صَدَقَةً، وَلَا حَجًّا، وَلَا عُمْرَةً، وَلَا جِهَادًا، وَلَا صَرْفًا، وَلَا عَدْلًا، يَخْرُجُ مِنَ الْإِسْلَامِ كَمَا تَخْرُجُ الشَّعَرَةُ مِنَ الْعَجِينِ».

Telah menceritakan kepada kami Daud bin Sulaiman Al ‘Askari berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ali Abu Hasyim bin Abu Khidasy Al Maushili ia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mihshan dari Ibrahim bin Abu ‘Ablah dari Abdullah bin Ad Dailami dari Huzdaifah ia berkata; Rasulullah n bersabda: “Allah tidak menerima dari ahli bid’ah: puasa, shalat, sedekah, haji dan umrah, jihad, tidak pula amal wajib dan sunnahnya. Ia akan keluar dari Islam seperti keluarnya sehelai rambut dari adonan terigu”.

Dari segi sanad, sesungguhnya hadits ini palsu (maudhu), dikeluarkan oleh Ibnu Majah v dalam Sunan no. 49 melalui Muhammad ibn Mihshan, dan orang ini telah disebut oleh ahli hadits bahwa dia pendusta. Biografi Ibn Mihshan disebutkan Adz-Dzahabi v dalam Mizan Al-I’tidal biografi no. 8120. Nama lengkapnya adalah Muhammad ibn Ishaq ibn Ibrahim ibn Akasyah ibn Mihshan al-Asadi. Adz-Dzahabi v berkata, “Tidak bisa dipercaya”. Ibnu Hajar v menyebutkannya dalam Tahdzib Tahdzib jilid 9 biografi no. 703. Ibnu Mu’in v menganggapnya pendusta, Bukhari v berkata, “Mungkarul hadits”. Demikian pula yang dikatakan Abu Hatim v, “Pendusta”.

Dari segi makna, andai shahih sekalipun berhujjah dengan hadits ini dan hadits lain yang semakna dengannya tentang bid’ah, cukup mengherankan sebab mereka sendiri dipenuhi bid’ah dalam masalah aqidah maupun dalam masalah ibadah sebagaimana telah dan akan anda temukan sebagian pembahasannya dalam website ini.

Jadi, lagi-lagi hadits-hadits ini bukan hujjah buat mereka tapi justru menunjuk kepada mereka sendiri. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah n,

يَقْرَؤُونَ الْقُرْآنَ ، يَحْسِبُونَ أَنَّهُ لَهُمْ ، وَهُوَ عَلَيْهِمْ

“Mereka (Khawarij) membaca Al-Qur’an, lalu menyangka ayat-ayat Al-Qur’an itu bagi mereka, padahal atas mereka” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 1066 dan Abu Dawud no. 4768).

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>