Pembahasan Hadist “…مَنْ عَمِلَ لِلَّهِ فِي الْجَمَاعَةِ”

Pembahasan Hadist “…مَنْ عَمِلَ لِلَّهِ فِي الْجَمَاعَةِ”

Imam Thabrani v dalam al-Ausath (5/230) no. 5170 meriwayatkan,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْأَنْمَاطِيُّ قَالَ: نَا بِشْرُ بْنُ مَعْمَرٍ الْقَرْقَسَانِيُّ قَالَ: نَا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ زَيْدٍ الْعَمِّيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ عَمِلَ لِلَّهِ فِي الْجَمَاعَةِ فَأَصَابَ تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنْهُ، وَإِنْ أَخْطَأَ غَفَرَ لَهُ، وَمَنْ عَمِلَ لِلَّهِ فِي الْفُرْقَةِ، فَإِنْ أَصَابَ لَمْ يَتَقَبَّلِ اللَّهُ مِنْهُ، وَإِنْ أَخْطَأَ تَبَوَّأَ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ»

Menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Husein Al-Anmathi yang berkata: menceritakan kepada kami Bisyr bin Ma’mar al-Qarqasani yang berkata: menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Za’id Al-Ammi dari Bapaknya, dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas yang berkata, bersabda Rasulullah n, , “Barangsiapa beramal karena Allah didalam jama’ah jika benar maka Allah akan menerimanya, dan jika salah maka Allah mengampuninya. Dan barangsiapa beramal dalam firqah kemudian benar maka tidak diterima dan jika salah maka dipersilahkan menempati tempat duduknya dalam neraka”.

Justru kami khawatir, mereka lah firqah yang dimaksud dalam hadits tersebut karena mereka telah memisahkan diri dari jama’ah kaum muslimin sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Bin Barjas v sebelumnya.

Dari segi sanad, hadits ini juga dha’if, dikeluarkan juga oleh Thabrani v dalam Al-Kabir (12/61) no. 12473 dan disebutkan dalam Majma Al-Bahrain (4/326-327) no. 2546, Ibn Bathah v dalam Al-Ibanah Al-Kubro (1/141) no. 136, (2/227) no. 716, Ibn Adi v (7/41) biografi Nuh ibn Abi Maryam no. 1975, Al-Khathib v dalam Al-Faqih wal Mutafaqih no. 433, semuanya dari jalan Zaid Al-‘Ammi dari Sa’id ibn Jubair dari Ibn Abbas secara marfu. Disebutkan oleh Al-Muttaqi v dalam Kanzil Ummal no. 1034.

Hadits ini dha’if karena perawinya yang bernama Zaid Al-Ammi. Berkata Abu Hatim v: “Dha’iful hadits, haditsnya ditulis, akan tetapi tidak boleh berhujjah dengannya”. (Jarh wa Ta’dil jilid 3 biografi no. 2535).

Padahal andaikata shahih haditsnya sekalipun, apakah shahih juga makna/pemahaman bahwa kelompok mereka kah yang dimaksud jama’ah dalam hadits tersebut?!!. Justru kami khawatir, mereka lah firqah yang dimaksud dalam hadits tersebut karena mereka telah memisahkan diri dari jama’ah kaum muslimin sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Bin Barjas v sebelumnya.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>