Pembahasan Hadist ” ….وَلَا يَحِلُّ لِثَلَاثَةِ نَفَرٍ “

Pembahasan Hadist ” ….وَلَا يَحِلُّ لِثَلَاثَةِ نَفَرٍ “

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad v dalam Musnad (2/176) no. 6647,

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ هُبَيْرَةَ عَنْ أَبِي سَالِمٍ الْجَيْشَانِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍوأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ أَنْ يَنْكِحَ الْمَرْأَةَ بِطَلَاقِ أُخْرَى وَلَا يَحِلُّ لِرَجُلٍ أَنْ يَبِيعَ عَلَى بَيْعِ صَاحِبِهِ حَتَّى يَذَرَهُ وَلَا يَحِلُّ لِثَلَاثَةِ نَفَرٍ يَكُونُونَ بِأَرْضِ فَلَاةٍ إِلَّا أَمَّرُوا عَلَيْهِمْ أَحَدَهُمْ وَلَا يَحِلُّ لِثَلَاثَةِ نَفَرٍ يَكُونُونَ بِأَرْضِ فَلَاةٍ يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ صَاحِبِهِمَا

Menceritakan kepada kami Hasan, menceritakan kepada kami Ibn Lahi’ah, beliau berkata, menceritakan kepada kami Abdullah ibn Hubairah dari Abi Salam al-Jaitsani dari Abdullah bin Amr sesungguhnya Rasulullah n bersabda, “Tidak halal menikahi seorang perempuan dengan mencerai perempuan yang lain, dan tidak halal bagi seorang laki-laki menjual atas dagangan temannya sehingga temannya meninggalkan dagangan itu, dan tidak halal bagi tiga orang yang berada di tanah padang tidak bertuan, kecuali mereka mengangkat salah satunya jadi amir atas mereka, dan tidak halal bagi tiga orang yang berada di suatu tempat, yang dua berbisik-bisik meninggalkan temannya (yang satu diacuhkan)”.

Dari segi sanad, hadits ini dhaif karena Ibn Lahi’ah. Syaikh Al-Albani v dalam Silsilah Al-Hadits Adh-Dhai’fah jilid 2 no. 589 mendhaifkan-nya. Imam Tirmidzi v dalam Sunan (1/16) no. 10, setelah meriwayatkan salah satu hadits Ibn Lahi’ah mengatakan,  “…dan Ibn Lahi’ah ini dha’if disisi ahli hadits”. Para ulama yang mengutip hadits ini menyebutkannya hanya sebagai penguat saja bukan menjadikan-nya pedoman pokok sebagaimana Jama’ahnya Bapak KH. Nur Hasan.

Dari segi makna, andaikata shahih sekalipun, tidak bisa hadits ini dijadikan dalil untuk mengkafirkan mereka yang dianggap tidak mengangkat amir. Kalau kita memperhatikan keseluruhan matan hadits tersebut. Orang yang menikahi seorang perempuan dengan mencerai perempuan yang lain, seorang laki-laki menjual atas dagangan temannya, dan tiga orang yang berada di suatu tempat, yang dua berbisik-bisik meninggalkan yang satunya. Bukankah, tidak ada yang berpendapat kekafiran orang-orang yang melakukan dosa-dosa demikian?!. Padahal semuanya diawali oleh kata “La yahilu…”.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>