Lahirnya pemahaman sekuler dalam dualisme ketaatan

Lahirnya pemahaman sekuler dalam dualisme ketaatan

“…lebih mirip pemahaman orang-orang Katolik. Mereka itu mentaati Pausnya di Vatikan, disamping kepada penguasanya masing-masing”

Dualisme ketaatan (taat kepada imam yang di bai’at dan taat kepada presiden negara) dari Jama’ah 354 adalah pemahaman yang bukan berasal dari pemahaman Islam, justru lebih mirip pemahaman orang-orang Katolik. Mereka itu mentaati Pausnya di Vatikan, disamping kepada penguasanya masing-masing. Dari sinilah lahirnya pemahaman sekuler yang memisahkan urusan dunia dengan urusan agama. Tentu saja yang demikian bukan berasal dari Islam karena Islam menolak sekularisme.

Telah datang hadits dari Rasulullah n larangan untuk bertasyabuh dengan orang-orang kafir.

Imam Abu Dawud v (4/44) no. 4031 meriwayatkan:

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَابِتٍ حَدَّثَنَا حَسَّانُ بْنُ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي مُنِيبٍ الْجُرَشِيِّ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Menceritakan kepada kami Utsman bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami Abu Nadhr menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Tsabit menceritakan kepada kami Hassan bin ‘Athiyah dari Abi Munib Al-Zurasyi dari Ibnu Umar berkata, bersabda Rasulullah n, “Barangsiapa bertasyabuh (menyerupai) suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka”.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>