Berpegang teguh dengan kaidah yang diada-adakan

Berpegang teguh dengan kaidah yang diada-adakan

”…Ilmu yang diajarkannya, anak shalih yang ditinggalkan, mushaf (kitab) yang ia wariskan…”Rasulullah ShalallhuAlaihiwasallam

Dizaman ini, buku-buku ahlus sunnah dan tulisan para ulama sangat banyak beredar dan meluas. Alangkah ruginya seorang ahli manqul yang tidak mendapatkan ilmu dari buku-buku itu, hanya karena berpegang teguh dengan kaidah yang diada-adakan. Akibatnya kebodohan sebagaimana kita lihat dan bisa kita buktikan langsung dilapangan.

Mereka juga akan ketinggalan pahala menyebarkan tulisan-tulisan dan buku-buku bermanfaat itu, padahal Rasulullah n telah memberitahukan bagaimana pahala menyebarkan buku yang bermanfaat itu akan terus mengalir jika terus diamalkan oleh para pembacanya,

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

”Sesungguhnya diantara amalan-amalan baik yang mengikuti seorang mukmin sepeninggalnya adalah : ”Ilmu yang diajarkannya, anak shalih yang ditinggalkan, mushaf (kitab) yang ia wariskan, mesjid yang ia bangun, rumah yang ia bangun untuk ibn sabil, sungai yang ia alirkan atau shadaqah yang ia keluarkan dari hartanya semasa sehat dan hidup, akan mengikutinya sepeninggalnya”.[1] ...continue

Kadangkala ada diantara mereka yang mau membaca kitab-kitab itu. Tapi ketika disuruh mengamalkannya mereka berkilah, ”Saya tidak akan mengamalkannya dulu, karena saya belum manqul”, atau ”Kita mengamalkan apa yang sudah dimanqulkan dijama’ah kita saja” dan perkataan semisalnya.

Rasulullah n telah memperingatkan bagaimana kesudahan orang-orang yang tidak mau mengamalkan kitab-kitab bermanfaat yang dibacanya. Yakni ketika seseorang ditanya oleh para malaikat dialam kubur:

فَيَقُولَانِ لَهُ: مَنْ رَبُّكَ ؟ ) فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي ، فيقول له: ما دينك؟ فيقول: هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي)، فيقولن: فما تقول في هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ)  فلا يهتدي لاسمه، فيقال: محمد! فيقول) هاه هاه لا أدري (سمعت الناس يقولون ذاك! قال: فيقال: لَا دَرَيْتَ)، (وَلَا تَلَوْتَ)، فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَافْرِشُوا لَهُ مِنْ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ

”Siapa Rabb mu?”. (Maka ia menjawab: ”Hah hah, saya tidak tahu”. Keduanya bertanya lagi: ”Apa agamamu?”. Ia menjawab : ”Hah hah saya tidak tahu”). Lalu keduanya bertanya lagi: ”Apa perkataan mu tentang orang yang diutus Allah kepada kalian itu?”. (Ia tidak tahu namanya. Lalu dikatakan kepadanya: ’Muhammad !”. Maka ia menjawab:) ”Hah hah saya tidak tahu (saya mendengar orang mengatakan begitu”. Lalu dikatakan kepadanya : ”Engkau tidak tahu?) (Dan tidak membaca?!”). Maka penyeru yang menyeru dari langit dengan mengatakan : ”Ia dusta. Maka bentangkanlah permadani dari neraka dan bukakanlah untuknya pintu ke neraka”. [2] ...continue

Catatan Kaki   [ + ]

1. Ibn Majah no. 242 dengan sanad yang hasan, juga oleh Ibn Khuzaimah no. 2293 dan Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 3294 dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Sebagaimana dikatakan Syaikh Al-Albani dalam Ahkam al-Janaiz.
2. Takhrij hadits ini dikeluarkan oleh Al-Albani secara lengkap dalam Ahkam Al-Janaiz hal 159, silahkan rujuki
No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>